Rabu, 13 November 2019

Pendapatan & pengalaman dalam Menari



Pendapatan & pengalaman dalam Menari 







Menjadi seorang penari bukanlah hal yang mudah, bagi saya menjadi seorang penari yakni tari tradisional sejak SD hingga SMA bukanlah seorang yang profesional. Saya melakukan kesalahan, pada saat tampil didepan umum.
Saya sempat down karena kesalahan saya dalam menari, tetapi saya teringat kata ibu guru saya Pendidikan Bahasa Inggris, sekaligus ibu asrama saya pada saat itu, beliau mengatakan hasil terlihat ketika dirimu menampilkannya. Saya tidak pernah absen, dalam latihan nari tetapi saya tampil didepan umum, saya melakukan kesalahan, tarian saya salah. Dan hal itu membuat saya sangat down, sedih,marah mengapa saya salah, tetapi ketika saya ingat kata –kata ibu guru saya. Saya menjadi termotivasi, karena manusia tidak pernah luput dari kesalahan.

Saya suka menari sejak kelas IV SD, pertama kali menari di gereja, setelah itu mengisi acara – acara baik pertemuan orang penting, pernikahan, dll. Saya sangat bersyukur karena pernah menari didepan umum.


Photo dengan artis Maria Calista



Dan dalam tari tradisional selain saya hobi menari, saya juga suka uang, karena saya tidak perlu bekerja dengan mengangkat beban berat tetapi dengan latihan menari lalu menari. Hasil yang saya memperoleh dari tari tradisional ialah pengalaman, dan uang. Saya bangga dengan kerja keras saya sendiri, karena saya memperoleh dengan kerja keras saya. Dan hal itu saya dapatkan selama menari, saya bisa membeli apa yang saya inginkan dari hasil kerja keras saya sendiri.

Disini saya akan membagikan sedikit cerita seorang adik kelas saya, walaupun saya dan adik kelas saya, tidak memiliki hubungan darah, tetapi adik kelas saya ini  sangat dekat sama saya, waktu masa SMA. Saya menganggap adik kelas saya ini saudari saya.
Siapapun yang dekat saya sama saya, dan baik saya. Dan saya juga nyaman. Saya menganggap seperti saudari / saudara sama saya.

Kembali ke cerita adik kelas saya.
Adik kelas saya ini memiliki ketidakpercayaan diri dalam dirinya. Kelas X SMA, ia bergabung di sebuah ekstrakulikuler tari tradisional, tempat saya menari. Ia menceritakan kepada saya, ia ingin keluar dari ekstrakulikuler tari tradisional, saya bertanya apa alasannya, adik kelas saya menjawab ia tidak pandai dalam menari, merasa bodoh dari yang lain.

Setelah mengetahui demikian, saya dengan tegas melarangnya. Karena saya melihat dirinya, seperti melihat saya sendiri pada masa itu. Saya tidak pandai dalam hal menari tari tradisional, saya melakukan kesalahan tetapi dalam keinginan keluar dari seni tari tradisional saya tidak berkeinginan.

Saya tetap ingin bertahan. Saya mencoba mempertahankan adik kelas saya, untuk tidak keluar. Dan puji Tuhan, adik kelas saya tidak keluar dari seni tari tradisional sampai saat ini, tetapi teman – temannya keluar. Itu yang sangat saya sesalkan, padahal saya sudah berbicara berdasarkan pengalaman saya. Tetapi mereka tetap memilih keluar. Tetapi tidak untuk  adik kelas saya. 
Dan adik kelas saya ini mengalahkan saya. Saya yang hanya  sampai di Kabupaten menari-Nya,tetapi  adik kelas saya sampai di Provinisi Kalimantan Timur menari. Luarbiasa kamu adikku.

Semoga dengan tulisan ini, membantu teman – teman sekalian yang ingin menari tetapi memiliki keraguan dalam dirinya takut salah dalam hal menari. Tidak apa – apa, karena usahamu sudah baik didepan umum. 
Salah bukanlah faktor tidak dikenal orang bahwa dirimu bukan seorang penari yang andal, kamu penari yang andal, karena kamu telah berusaha dalam hal latihan menari setiap harinya, dan ketahuilah faktor yang sangat berpengaruh menari bisa membawamu ke suatu tempat dimana kamu tidak pernah pergi, makanan yang belum pernah kamu rasakan, kamu akan merasakannya. Aaaa enaknya sebuah makanan, saya pertama kali makan nasi Padang  di Barong Tongkok. Enak sekali nasi padang. Dan kamu juga dikenal masyarakat bahwa dirimu adalah menari.
Dan ketahuilah bahwa menari mengajarkan saya banyak hal, tidak tahu menjadi tahu dalam tarian, saya melihat kesulitan dalam gerakan tari, tetapi saya berusaha untuk mencapai itu saya harus bisa.

 Saya menyadari dalam penulisan saya masih jauh dari  sempurna, untuk itu mohon segala saran dan kritik diharapkan.
Semoga penulisan saya ini dapat bermanfaat bagi pembaca, yang pada saat ini ragu dalam memulai karir di dunia tari - tradisional. Mari  libatkan diri-mu dalam ekstrakulikuler disekolah-Mu tari tradisinonal.

TERIMA KASIH

Minggu, 10 November 2019

Review Pantai Paal Likupang

Pantai Pall, Marinsow Likupang Timur, Minut, Sulawesi Utara. 

Sabtu, 2 November 2019







Pantai Paal ialah pulau yang saya kunjungi salah satu yang ada di Sulawesi Utara. Tiba di Pantai Paal, saya sangat terpukau dengan keindahan yang ada, untuk pertama kali nya saya ke Pantai dan saya jatuh cinta, dengan keindahan yang dimiliki Pantai Paal.
Dan bagi pembaca penasaran dengan Pantai Paal, mari mengunjungi Pantai Paal. Keindahannya membuat saya kesulitan Move On, selama beberapa hari saya selalu menonton video dan photo - photo. Hehehe

Dan di Pantai Paal ada fasilitas tersedia, banyak pondok /  gazebo (untuk menepi) sebagai tempat berteduh. Serta permainan misalnya banana boat, dll.
Masyarakat setempat telah memanfaatkan modal sosial yang ada di Pantai Paal. Saya sangat mengapreasi akan adanya yang dilakukan masyarakat di Pantai Pall. Membuat toilet, kamar mandi, kantin, dsb.  Dan masyarakat memperoleh hasil dari apa yang mereka lakukan. Sehingga modal sosial menjadi faktor kesejahteraan masyarakat.
Pantai Paal menjadi tempat yang berpenghuni. Ada banyak pengunjung yang datang ke Pantai Paal, baik dalam negeri maupun luarnegeri.

Begitu besar kuasa Tuhan terhadap alam yang di BUMI ini, kekayaan alam yang ada di Indonesia sangat luarbiasa. Faktor yang saya lihat disini yang sangat banyak mempengarahui, ada banyak yang ingin menguasai kekayaan alam di Indonesia.

Sebagai warga Negera Indonesia, harus menjaga kekayaan alam yang dimiliki.
Kalau tidak kita, siapa lagi..

Dari mengunjungi pantai Paal, membuat saya sangat kecewa, ketika saya bermain air. Saya melihat ada beberapa sampah yang mendekati saya. Ketika saya melihat, saya mengambil sampah tersebut lalu membawa didepan pondok. Sangat menyedihkan, Pantai Paal yang airnya biru harus tercemar oleh sampah. Itu baru saja saya melihat beberapa sampah. Bagaimana sisa nya lain, yang tidak saya lihat. Pasti ada banyak sampah ada dimana - mana dalam Pantai Paal.
Sangat turut memperihatinkan, saya mengambil sampai di Pantai Paal yaitu korek api gas, dan bungkus sabun cuci pakaian. Seharusnya saya memphoto nya saja. Saya tidak kepikiran awalnya. Saya mengambil sampah tersebut dan membawa ke depan Pondok.
Dalam benak saya, dimana pola pikir masyarakat dan pengunjung. Mengapa tidak ada kesadaran dalam diri,  mengapa tidak ada kepedulian terhadap lingkungan.

Saran saya, sebaiknya adanya tempat sampah di area lokasi Pantai Paal agar masyarakat maupun pengunjung tahu cara membuang sampah dengan baik dan benar. Jika, tidak ada tempat sampah. Mereka tidak tahu cara membuang sampah dengan benar. Kalau bisa, sampah dibawa pulang atau dikumpulin didalam kantong plasik. Dan tukang bersih Pondok akan mengambil sampah tersebut.



Saya menyadari dalam penulisan saya masih jauh dari  sempurna, untuk itu mohon segala saran dan kritik diharapkan.

Semoga penulisan saya ini dapat bermanfaat bagi pembaca


Sumber

https://www.manadobaswara.com/listing/pantai-pall-manado/
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sumber_daya_alam
https://www.manadobaswara.com/listing/pantai-pall-manado/




Salonpas membantu-Ku tidak mabuk perjalanan

Hallo 👋 Apa kabar, terima kasih telah mengunjungi blog saya. Wah, sudah lama saya tidak pernah menulis lagi. Tidak konsisten ya, hehehe.. ...