Pendapatan & pengalaman dalam Menari
Menjadi
seorang penari bukanlah hal yang mudah, bagi saya menjadi seorang penari yakni
tari tradisional sejak SD hingga SMA bukanlah seorang yang profesional. Saya
melakukan kesalahan, pada saat tampil didepan umum.
Saya
sempat down karena kesalahan saya dalam menari, tetapi saya teringat kata ibu
guru saya Pendidikan Bahasa Inggris, sekaligus ibu asrama saya pada saat itu,
beliau mengatakan hasil terlihat ketika dirimu menampilkannya. Saya tidak
pernah absen, dalam latihan nari tetapi saya tampil didepan umum, saya
melakukan kesalahan, tarian saya salah. Dan hal itu membuat saya sangat down,
sedih,marah mengapa saya salah, tetapi ketika saya ingat kata –kata ibu guru
saya. Saya menjadi termotivasi, karena manusia tidak pernah luput dari
kesalahan.
Saya
suka menari sejak kelas IV SD, pertama kali menari di gereja, setelah itu
mengisi acara – acara baik pertemuan orang penting, pernikahan, dll. Saya
sangat bersyukur karena pernah menari didepan umum.
Photo dengan artis Maria Calista
Dan
dalam tari tradisional selain saya hobi menari, saya juga suka uang, karena
saya tidak perlu bekerja dengan mengangkat beban berat tetapi dengan latihan
menari lalu menari. Hasil yang saya memperoleh dari tari tradisional ialah pengalaman,
dan uang. Saya bangga dengan kerja keras saya sendiri, karena saya memperoleh
dengan kerja keras saya. Dan hal itu saya dapatkan selama menari, saya bisa
membeli apa yang saya inginkan dari hasil kerja keras saya sendiri.
Disini saya
akan membagikan sedikit cerita seorang adik kelas saya, walaupun saya dan adik kelas saya, tidak memiliki hubungan darah, tetapi adik kelas saya ini sangat dekat sama saya, waktu masa SMA. Saya menganggap adik kelas saya ini saudari saya.
Siapapun yang dekat saya sama saya, dan baik saya. Dan saya juga nyaman. Saya menganggap seperti saudari / saudara sama saya.
Kembali ke cerita adik kelas saya.
Adik kelas saya ini memiliki ketidakpercayaan diri dalam dirinya. Kelas X SMA, ia bergabung di sebuah ekstrakulikuler tari tradisional, tempat saya menari. Ia menceritakan kepada saya, ia ingin keluar dari ekstrakulikuler tari tradisional, saya bertanya apa alasannya, adik kelas saya menjawab ia tidak pandai dalam menari, merasa bodoh dari yang lain.
Siapapun yang dekat saya sama saya, dan baik saya. Dan saya juga nyaman. Saya menganggap seperti saudari / saudara sama saya.
Kembali ke cerita adik kelas saya.
Adik kelas saya ini memiliki ketidakpercayaan diri dalam dirinya. Kelas X SMA, ia bergabung di sebuah ekstrakulikuler tari tradisional, tempat saya menari. Ia menceritakan kepada saya, ia ingin keluar dari ekstrakulikuler tari tradisional, saya bertanya apa alasannya, adik kelas saya menjawab ia tidak pandai dalam menari, merasa bodoh dari yang lain.
Setelah
mengetahui demikian, saya dengan tegas melarangnya. Karena saya melihat
dirinya, seperti melihat saya sendiri pada masa itu. Saya tidak pandai dalam
hal menari tari tradisional, saya melakukan kesalahan tetapi dalam keinginan
keluar dari seni tari tradisional saya tidak berkeinginan.
Saya tetap ingin bertahan. Saya mencoba mempertahankan adik kelas saya, untuk tidak keluar. Dan puji Tuhan, adik kelas saya tidak keluar dari seni tari tradisional sampai saat ini, tetapi teman – temannya keluar. Itu yang sangat saya sesalkan, padahal saya sudah berbicara berdasarkan pengalaman saya. Tetapi mereka tetap memilih keluar. Tetapi tidak untuk adik kelas saya.
Dan adik kelas saya ini mengalahkan saya. Saya yang hanya sampai di Kabupaten menari-Nya,tetapi adik kelas saya sampai di Provinisi Kalimantan Timur menari. Luarbiasa kamu adikku.
Saya tetap ingin bertahan. Saya mencoba mempertahankan adik kelas saya, untuk tidak keluar. Dan puji Tuhan, adik kelas saya tidak keluar dari seni tari tradisional sampai saat ini, tetapi teman – temannya keluar. Itu yang sangat saya sesalkan, padahal saya sudah berbicara berdasarkan pengalaman saya. Tetapi mereka tetap memilih keluar. Tetapi tidak untuk adik kelas saya.
Dan adik kelas saya ini mengalahkan saya. Saya yang hanya sampai di Kabupaten menari-Nya,tetapi adik kelas saya sampai di Provinisi Kalimantan Timur menari. Luarbiasa kamu adikku.
Semoga
dengan tulisan ini, membantu teman – teman sekalian yang ingin menari tetapi
memiliki keraguan dalam dirinya takut salah dalam hal menari. Tidak apa – apa,
karena usahamu sudah baik didepan umum.
Salah bukanlah faktor tidak dikenal orang bahwa dirimu bukan seorang penari yang andal, kamu penari yang andal, karena kamu telah berusaha dalam hal latihan menari setiap harinya, dan ketahuilah faktor yang sangat berpengaruh menari bisa membawamu ke suatu tempat dimana kamu tidak pernah pergi, makanan yang belum pernah kamu rasakan, kamu akan merasakannya. Aaaa enaknya sebuah makanan, saya pertama kali makan nasi Padang di Barong Tongkok. Enak sekali nasi padang. Dan kamu juga dikenal masyarakat bahwa dirimu adalah menari.
Salah bukanlah faktor tidak dikenal orang bahwa dirimu bukan seorang penari yang andal, kamu penari yang andal, karena kamu telah berusaha dalam hal latihan menari setiap harinya, dan ketahuilah faktor yang sangat berpengaruh menari bisa membawamu ke suatu tempat dimana kamu tidak pernah pergi, makanan yang belum pernah kamu rasakan, kamu akan merasakannya. Aaaa enaknya sebuah makanan, saya pertama kali makan nasi Padang di Barong Tongkok. Enak sekali nasi padang. Dan kamu juga dikenal masyarakat bahwa dirimu adalah menari.
Dan
ketahuilah bahwa menari mengajarkan saya banyak hal, tidak tahu menjadi tahu
dalam tarian, saya melihat kesulitan dalam gerakan tari, tetapi saya berusaha
untuk mencapai itu saya harus bisa.

πππ
BalasHapusTerima kasih Novia sayang..
BalasHapusπ
BalasHapus
HapusTerima kasih Meniπ❤